Belum menentukan pilihan atau bahkan tidak memilih sebetulnya adalah pilihan personal tiap individu. Kebingungan dalam menentukan pilihan capres cawapres sejatinya membuat seseorang enggan memilih keduanya, sehingga pilihannya ada pada golput. Padahal ada wacana loh dari Menkopohukam bahwa sese
orang yang mengajak orang lain untuk golput, akan dikenai UU ITE.
Namun, apakah golput menjadi solusi atas ketidakberdayaan kita untuk memilih salah satu dari kedua paslon?
Tentu saja golput bukan solusi. Golput justru menjadi pilihan yang salah, karena sama saja kita tidak memanfaatkan hak suara kita demi kelangsungan demokrasi kita ke depan untuk menjadi lebih baik lagi.
Saya pernah mendengar istilah, suara rakyat adalah suara Tuhan. Maka, seyogyanya kita memanfaatkan hak pilih kita karena satu suara sangat berarti bagi kelangsungan demokrasi kita. Bila kita menginginkan pemimpin yang sempurna, kita tidak akan pernah menemukannya.
Diantara kedua paslon, mereka punya kelebihan yang patut kita hargai, dan mereka punya kekurangan yang semestinya juga kita tutupi. Pilihlah sesuai hati nurani.
Esensinya adalah bahwa golput memang pilihan individu, namun pilihan terbaik bukanlah golput. Pilihan terbaik adalah mereka yang menggunakan hak suara mereka, dengan datang ke TPS pada 17 April nanti, lalu menentukan pilihan satu diantara dua paslon.
Mintalah petunjuk pada Tuhan, salah satunya bagi yang beragama Islam, lakukanlah shalat istikharah dengan harapan diberikan petunjuk oleh Tuhan akan pilihan yang terbaik.
Semoga, pilihan hanya jatuh pada nomor 01 dan 02, bukan pada nomor 03 (golput).
Salam,
Ilmawan Syah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar