Selasa, 26 Maret 2019

Hoaks Dijerat UU Terorisme: Kurang Tepatkah?







Beredar kabar dari media, bahwa Menkopolhukam Wiranto mengatakan dalam penanganan berita bohong (hoaks), menggunaan UU Terorisme.

Sepintas agak mengejutkan apa yang disampaikan Menkopolhukam. Karena selama ini mungkin dibenak kita, terorisme itu sesuatu yang menyeramkan, yang menggunakan senjata atau bom dalam melakukan teror.

Namun saya memahami narasi apa yang dimaksud Pak Wiranto. Oke kita bahas ya.

Hoaks itu berita yang tanpa didasari oleh suatu fakta. Benar?

Hoaks atau berita bohong yang diterima khususnya masyarakat awam, akan ditelan mentah-mentah oleh mereka. nah, mungkin inilah alasan kenapa Menkopolhukam mengusulkan UU Terorisme diberlakukan untuk hoaks.

Karena bisa jadi hoaks meneror psikis penerimanya. Selama ini kan hoaks banyak yang bertebaran dan isinya mengandung fitnah.

Oke sampai sini saya rasa kita memahaminya. Lanjut ke UU Terorisme. Apakah cocok hoaks dijerat UU Terorisme?

Saya tidak faham hukum, karena bukan pakar hukum. Namun secara tekstual, saya memahami bahwa agak berlebihan ketika hoaks dijerat dengan UU Terorisme. Karena sekali lagi, kata terorisme itu yanga da dinalar saya adalah sesuatu yang menyeramkan.

Lalu apakah hoaks tidak menyeramkan? Buat saya tidak, karena ini industri 4.0, yang mana manusia harus segera beradaptasi dengannya.

Bila ada berita, jangan langsung percaya. Lihat sumbernya, apakah dapat dipertanggung jawabkan atau tidak. Lalau untuk mereka yang di desa-desa, yang sebagian masih gaptek bagaimana?

Mudah saja. Hampir semua wilayah Indonesia telah terhubung dengan internet. Manfaatkan internet untuk mengakses berita-berita dan cari tahu kebernaran dari sebuah informasi.

lantas, kalo emak-emak atau enyak-enyak yang ga bisa pake gadget bagaimana???

Di desa kan asasnya gotong royong. Tolonglah mereka dengan pengetahuan yang kita miliki, berikan informasi yang valid dan selalu mengutamakan kebenaran.


Oke sekian dulu ya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiiin

Salam,
Ilmawan Syah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Golput Adalah Pilihan, Pilihan Bukanlah Golput

Belum menentukan pilihan atau bahkan tidak memilih sebetulnya adalah pilihan personal tiap individu. Kebingungan dalam menentukan pili...