Masih hangat di benak kita, bagaimana sebuah kebrutalan terjadi di sebuah masjid di Selandia Baru yang menewaskan warga muslim.
Saya tak ingin sebut nama pelakunya. Yang jelas, apa yang diperbuatkan melebihi apa yang binatang lakukan. Bayangkan, seekor harimau jika lapar di kerumunan orang, ia hanya akan memangsa satu orang saja untuk menjadi santapannya. Namun lihatlah, apa yang dilakukan pelaku teror di Selandia Baru, lebih bengis dr seekor Harimau lapar. Parahnya lagi, ia (pelaku) merekam dengan sengaja penembakan yang dilakukannya.
Lalu apa titel yang pantas disematkan pada pelaku penembakan? Tentu saja, teroris...
Oke, lupakan sejenak mengenai faktor agama. Secara manusiawi saja, sangat keji apa yg dilakukan pelaku. Puluhan orang syahid dalam peristiwa naas ini.
Kembali lagi ke agama. Bila dari sisi kemanusiaan saja ini merupakan perilaku biadab, lalu dari sisi agama ini merupakan hal yang dibenci Tuhan.
Dalam Islam, Allah amat membenci orang yang membunuh orang muslim, apalagi bila tanpa sebab. Bayangkan, ini puluhan orang yang dibunuh.
Bila ini soal apa agama yang dianut, sangat aneh. Islam selalu mengajarkan kedamaian. Namun Islam selalu menjadi sasaran atau kambing hitam.
Bila ada bom bunuh diri, Islam dikait-kaitnya. Dan bila Islam yang menjadi korban, pelaku tak langsung di cap teroris. Pelaku kemarin disebut Gun Man (Laki2 bersenjata).
Islam mengajarkan kasih sayang, kelembutan, dan cinta.
Akhirnya, Islam tetaplah Islam. Akan senantiasa selalu menebarkan kebaikan dan cinta.
Semoga para Syahid dan Syahidah di Selandia Baru mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.
Amiin.
Salam,
Ilmawan Syah
Saya tak ingin sebut nama pelakunya. Yang jelas, apa yang diperbuatkan melebihi apa yang binatang lakukan. Bayangkan, seekor harimau jika lapar di kerumunan orang, ia hanya akan memangsa satu orang saja untuk menjadi santapannya. Namun lihatlah, apa yang dilakukan pelaku teror di Selandia Baru, lebih bengis dr seekor Harimau lapar. Parahnya lagi, ia (pelaku) merekam dengan sengaja penembakan yang dilakukannya.
Lalu apa titel yang pantas disematkan pada pelaku penembakan? Tentu saja, teroris...
Oke, lupakan sejenak mengenai faktor agama. Secara manusiawi saja, sangat keji apa yg dilakukan pelaku. Puluhan orang syahid dalam peristiwa naas ini.
Kembali lagi ke agama. Bila dari sisi kemanusiaan saja ini merupakan perilaku biadab, lalu dari sisi agama ini merupakan hal yang dibenci Tuhan.
Dalam Islam, Allah amat membenci orang yang membunuh orang muslim, apalagi bila tanpa sebab. Bayangkan, ini puluhan orang yang dibunuh.
Bila ini soal apa agama yang dianut, sangat aneh. Islam selalu mengajarkan kedamaian. Namun Islam selalu menjadi sasaran atau kambing hitam.
Bila ada bom bunuh diri, Islam dikait-kaitnya. Dan bila Islam yang menjadi korban, pelaku tak langsung di cap teroris. Pelaku kemarin disebut Gun Man (Laki2 bersenjata).
Islam mengajarkan kasih sayang, kelembutan, dan cinta.
Akhirnya, Islam tetaplah Islam. Akan senantiasa selalu menebarkan kebaikan dan cinta.
Semoga para Syahid dan Syahidah di Selandia Baru mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.
Amiin.
Salam,
Ilmawan Syah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar