Istilah cebong-kampret sudah hampir beberapa bulan belakangan ini menjadi trending kata-kata bagi para pendukung kubu 01 dan kubu 02. Pendukung kubu 01 diberi gelar cebong, dan pendukung kubu 02 diberi gelar kampret.
Saya sendiri bingung bagaimana narasi-narasi seperti ini bisa muncul diperhelatan akbar pesta demokrasi negara kita. Padahal 2 narasi tersebut merupakan binatang, yang tak elok disematkan pada manusia.
Agak miris memang ungkapan seperti ini banyak terucap di negara dengan salah satu mayoritas musim terbesar di dunia. Semestinya istilah yang digunakan dapat lebih elok lagi. Bukan cebong, bukan kampret.
Kita harus melihat siapa kita (Indonesia) di mata dunia. Tentu dunia tidak akan tutup mata dengan apa-apa yang terjadi di Tanah Air, termasuk kasak-kusuk narasi seperti ini.
Hemmmm, pilpres 2019 hanya tinggal menghitung hari saja. Tepat 17 April 2019 kita semua akan menggunakan hak suara kita untuk menentukan nasib bangsa untuk 5 tahun ke depan.
Saya rasa cukup penggunaan istilah cebong kampret. Buatlah selalu suasana sejuk menjelang detik-detik Pemilu. Mulai kesampingkan ego kita demi kepentingan bangsa dan negara.
Pilpres hanya 5 tahun sekali. Persahabatan itu semestinya selamanya. Jangan hanya karena alasan berbedanya pilihan di Pilpres, membuat kita rusak tali silaturrahim.
Jaga hati. Cukup itu saja. Karena hati yang bersih mustahil berucap kotor, dan menulis yang uruk. Begitupun sebaliknya.
Wallahu A'lam.
Salam,
Ilmawan Syah
Saya sendiri bingung bagaimana narasi-narasi seperti ini bisa muncul diperhelatan akbar pesta demokrasi negara kita. Padahal 2 narasi tersebut merupakan binatang, yang tak elok disematkan pada manusia.
Agak miris memang ungkapan seperti ini banyak terucap di negara dengan salah satu mayoritas musim terbesar di dunia. Semestinya istilah yang digunakan dapat lebih elok lagi. Bukan cebong, bukan kampret.
Kita harus melihat siapa kita (Indonesia) di mata dunia. Tentu dunia tidak akan tutup mata dengan apa-apa yang terjadi di Tanah Air, termasuk kasak-kusuk narasi seperti ini.
Hemmmm, pilpres 2019 hanya tinggal menghitung hari saja. Tepat 17 April 2019 kita semua akan menggunakan hak suara kita untuk menentukan nasib bangsa untuk 5 tahun ke depan.
Saya rasa cukup penggunaan istilah cebong kampret. Buatlah selalu suasana sejuk menjelang detik-detik Pemilu. Mulai kesampingkan ego kita demi kepentingan bangsa dan negara.
Pilpres hanya 5 tahun sekali. Persahabatan itu semestinya selamanya. Jangan hanya karena alasan berbedanya pilihan di Pilpres, membuat kita rusak tali silaturrahim.
Jaga hati. Cukup itu saja. Karena hati yang bersih mustahil berucap kotor, dan menulis yang uruk. Begitupun sebaliknya.
Wallahu A'lam.
Salam,
Ilmawan Syah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar